Konfigurasi IP Address
Pada artikel kali ini saya akan mencoba menjabarkan tentang beberapa perintah dasar linux yang digunakan untuk mengkonfigurasi IP Address menggunakan console linux. Secara mendasar, konfigurasi IP address tersebut terbagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut :
Daftar isi
Pra Konfigurasi1. Konfigurasi IP Address Temporer (Sementara)
2. Konfigurasi IP Address Permanen
| 2.1. Konfigurasi IP Address Permanen Statis |
| 2.2. Konfigurasi IP Address Permanen Dinamis |
Pra Konfigurasi
Sebelum Anda melakukan konfigurasi seperti pada blog ini, pastikan anda sudah memiliki persyaratan seperti berikut :Sudah menginstal sistem operasi linux Debian. Untuk bisa mengikuti konfigurasi seperti di dalam blog ini, disarankan minimal menggunakan sistem operasi linux debian 9 (Stretch) atau yang lebih baru lagi.
Memiliki hak akses user root dari sistem operasi linux debian yang Anda gunakan atau yang sudah Anda install tadi.
1. Konfigurasi IP Address Temporer (Sementara)
Konfigurasi IP Address Temporer (Temporary/Sementara) adalah Konfigurasi IP Address yang bersifat hanya sementara saja. Artinya, konfigurasi IP Address yang telah dilakukan ini akan hilang ketika komputer yang kita pakai direstart ataupun dishutdown. Sesuai dengan namanya, konfigurasi IP Address ini tentunya sangat tidak cocok (tidak direkomendasikan) untuk digunakan pada komputer dengan pengalamatan statis atau tetap (bersifat permanen) seperti pengalamatan pada komputer server, karena komputer server itu bersifat memberi akses layanan terhadap suatu jaringan sehingga tidak dimungkinkan untuk bisa fleksibel atau mobile (dapat berpindah-pindah). Coba bayangkan saja jika ada sebuah kantor layanan publik yang berpindah-pindah tempatnya, apa yang akan terjadi? pastinya akan menyulitkan konsumen atau penggunanya. Sedangkan untuk komputer desktop itu bisa fleksibel atau mobile (dapat berpindah-pindah) masih bisa menggunakan konfigurasi pengalamatan IP address jenis ini. Mengapa demikian? Karena komputer desktop iyu fleksibel atau mobile yang bisa dan mudah untuk berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa terganggu atau mengganggu jaringan yang lain.
Cara Konfigurasi IP Address Temporary
Aktifkan linux debian 9 anda sehingga siap untuk melakukan konfigurasi. Untuk melakukan konfigurasi ini sebaiknya menggunakan mode CLI, jika anda berada dalam mode GUI (menggunakan mode GUI), silahkan masuk ke menu terminal. Setelah jendela terminal sudah terbuka untuk memberikan IP Address secara temporary kita tidak perlu mengedit file "/etc/network/interfaces".
Cukup ketikkan perintah dengan format "ifconfig [kode_interface] [ipaddress]/[prefix] up".
Contoh : Misalnya saya ingin memberikan IP Address 192.168.153.2 pada interface ens33, maka saya cukup dengan mengetikkan "ifconfig ens33 192.168.153.2/24 up". Untuk mengeksekusinya silahkan tekan enter, pastikan tidak ada pesan kesalahan yang ditampilkan.
Tahapan terakhir ini adalah melakukan pengecekkan. Karena kita membuat konfigurasi IP Address temporary maka kita tidak perlu melakukan restart neworkingnya. Untuk melakukan pengecekan gunakan perintah "ip addr" dan tekan enter untuk melanjutkan. Jika konfigurasi yang anda masukkan sesuai dengan yang diinformasikan maka konfigurasi anda dikatakan berhasil.
2. Konfigurasi IP Address Permanen
Konfigurasi IP Address Permanen adalah Konfigurasi IP Address yang bersifat permanen (tetap). Artinya, konfigurasi IP Address tersebut akan tetap tersimpan dalam komputer yang kita pakai walaupun komputer tersebut sudah direstart/direboot maupun dishutdown/dimatikan, sesuai dengan namanya.
Secara umum konfigurasi IP Address Permanen ini dikelompokan menjadi dua, yaitu konfigurasi IP Address Dynamic (berubah-ubah sesuai dengan kondisi jaringan) dan konfigurasi IP Address Static (tidak berubah selama belum diubah secara manual).
2.1. Konfigurasi IP Address Dynamic
Untuk melakukan konfigurasi IP address dynamic memerlukan adanya layanan DHCP Server dalam jaringan tersebut, karena sesungguhnya IP address dynamic ini merupakan konfigurasi dari DHCP Client. DHCP Client bisa mendapatkan IP otomatis dari layanan DHCP Server Jika IP yang belum terpakai masih tersedia dalam Server DHCP.
Kemudian timbul pertanyaan, _"terus bagaimana jika dalam jaringan tersebut tidak tersedia layanan DHCP Server? terus dapat IPnya dari mana?"_
Oke, ada pertanyaan bagus neh!. Oke saya jelasin yah! Dalam dunia industri itu dikenal adanya standard, entah itu industri apapun termasuk dalam jaringan. "Standard" dalam bahasa Indonesia berarti "standar" atau "baku". Ini merujuk pada sesuatu yang ditetapkan sebagai model, contoh, atau titik acuan, baik oleh otoritas, kebiasaan, atau persetujuan umum. Standar dapat digunakan untuk mengukur kuantitas, berat, tingkat, nilai, atau kualitas. Di bidang teknologi, standar seringkali digunakan untuk memastikan interoperabilitas dan kompatibilitas perangkat atau sistem.
Jadi jika tidak ada layanan DHCP Server dalam jaringan tersebut, maka PC/Laptop/Device tersebut akan mendapatkan IP dari APIPA (Automatic Private IP Addressing). APIPA adalah salah satu fitur/layanan yang disediakan oleh sistem operasi Microsoft Windows yang secara otomatis akan memberikan alamat IP pada range IP 169.254.0.0 sampai 169.254.255.255 ketika server DHCP tidak tersedia dalam jaringan tersebut.
Oke, langsung saja, untuk melakukan konfigurasi dalan linux, bisa menggunakan beberapa teks editor yang biasa digunakan (familiar) di linux seperti : nano, pico, vi, vim, dst. Pada sistem operasi linux debian, paket teks editor nano sudah terpasang secara default. Sehingga kita tidak perlu lagi untuk memasangnya (menginstalnya).
Cara Konfigurasi IP Address Dynamic
Buka atau edit file "/etc/network/interfaces" menggunakan teks editor kesukaan kalian, bisa nano atau teks editor yang lain sesuai dengan selera Anda.
Contoh : nano /etc/network/interfaces kemudian tekan tombol enter. Selanjutnya akan ditampilkan konfigurasi network default dari debian, yang isinya kurang lebih seperti berikut :
Jika hasil yang ditampilkan masih kosong, pastikan perintah nano /etc/network/interfaces tidak ada yang typo (salah ketik). Tapi seandainya sudah diketik dengan benar tapi hasil tampilannya masih kosong, berarti konfigurasi defaultnya tidak terpasang. Jadi harus diketik (ditambahkan) secara manual.
Secara default konfigurasi IP address itu menggunakan IP dynamic (DHCP), jika saat installasi terhubung ke jaringan seperti contoh di atas. Selanjutnya ubah "allow-hotplug" menjadi "auto" agar ketika network interface direstart tidak bermasalah. Karena perintah "allow-hotplug" akan dibaca saat pertama kali booting. Jika setelah booting ada perubahan konfigurasi, maka konfigurasi default yang akan terbaca. Berikut adalah tampilan setelah dilakukan perubahan:
Selanjutnya tinggal restart network interface-nya saja (tidak perlu merebootnya) dengan menggunakan perintah:
/etc/init.d/networking restart atau
service networking restart
Selesai sudah konfigurasinya, tinggal cek hasilnya menggunakan perintah: ip address kemudian dienter saja.
2.2. Konfigurasi IP Address Static
Untuk melakukan konfigurasi IP address static ini, hampir sama dengan konfigurasi dynamic, yaitu dengan membuka atau mengedit file "/etc/network/interfaces" menggunakan teks editor seperti cara di atas. Setelah terbuka tinggal merubah dhcp menjadi static dan menambahkan (address, netmask dan gateway) secara manual seperti gambar berikut:
Selanjutnya sama tinggal restart network interface-nya saja (tidak perlu merebootnya) dengan menggunakan perintah:
/etc/init.d/networking restart atau
service networking restart
Selesai sudah konfigurasinya, tinggal cek hasilnya menggunakan perintah: ip address kemudian dienter saja.
Kesimpulan
Hampir semua perintah konfigurasi IP Address Permanen itu sama perintahnya, tinggal mengedit beberapa bagian saja. Sedangkan pada konfigurasi IP Address Temporer (Sementara) akan hilang konfigurasinya (diganti dengan default konfigurasi) pada saat direstart/direboot network interfacenya.
Perlu diketahui bahwa pada baris perintah interface loopback tidak boleh dirubah/dihapus. Karena akan berpengaruh terhadap beberapa service/layanan dasar pada sistem operasi linux.
Semoga bermanfaat.
Tonton juga video youtube channel kami:
Jangan lupa Like, Share, Subscribe dan aktifkan tombol lonceng-nya, terima kasih.....











































