05 Desember 2023

Konfigurasi IP Address

Desember 05, 2023 0
Konfigurasi IP Address

Pada artikel kali ini saya akan mencoba menjabarkan tentang beberapa perintah dasar linux yang digunakan untuk mengkonfigurasi IP Address menggunakan console linux. Secara mendasar, konfigurasi IP address tersebut terbagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut :

Daftar isi

Pra Konfigurasi
1. Konfigurasi IP Address Temporer (Sementara)
2. Konfigurasi IP Address Permanen
2.1. Konfigurasi IP Address Permanen Statis
2.2. Konfigurasi IP Address Permanen Dinamis
3. Kesimpulan

Pra Konfigurasi

Sebelum Anda melakukan konfigurasi seperti pada blog ini, pastikan anda sudah memiliki persyaratan seperti berikut :
  1. Sudah menginstal sistem operasi linux Debian. Untuk bisa mengikuti konfigurasi seperti di dalam blog ini, disarankan minimal menggunakan sistem operasi linux debian 9 (Stretch) atau yang lebih baru lagi.

  2. Memiliki hak akses user root dari sistem operasi linux debian yang Anda gunakan atau yang sudah Anda install tadi.


1. Konfigurasi IP Address Temporer (Sementara)

Konfigurasi IP Address Temporer (Temporary/Sementara) adalah Konfigurasi IP Address yang bersifat hanya sementara saja. Artinya, konfigurasi IP Address yang telah dilakukan ini akan hilang ketika komputer yang kita pakai direstart ataupun dishutdown. Sesuai dengan namanya, konfigurasi IP Address ini tentunya sangat tidak cocok (tidak direkomendasikan) untuk digunakan pada komputer dengan pengalamatan statis atau tetap (bersifat permanen) seperti pengalamatan pada komputer server, karena komputer server itu bersifat memberi akses layanan terhadap suatu jaringan sehingga tidak dimungkinkan untuk bisa fleksibel atau mobile (dapat berpindah-pindah). Coba bayangkan saja jika ada sebuah kantor layanan publik yang berpindah-pindah tempatnya, apa yang akan terjadi? pastinya akan menyulitkan konsumen atau penggunanya. Sedangkan untuk komputer desktop itu bisa fleksibel atau mobile (dapat berpindah-pindah) masih bisa menggunakan konfigurasi pengalamatan IP address jenis ini. Mengapa demikian? Karena komputer desktop iyu fleksibel atau mobile yang bisa dan mudah untuk berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa terganggu atau mengganggu jaringan yang lain.


Cara Konfigurasi IP Address Temporary
Aktifkan linux debian 9 anda sehingga siap untuk melakukan konfigurasi. Untuk melakukan konfigurasi ini sebaiknya menggunakan mode CLI, jika anda berada dalam mode GUI (menggunakan mode GUI), silahkan masuk ke menu terminal. Setelah jendela terminal sudah terbuka untuk memberikan IP Address secara temporary kita tidak perlu mengedit file "/etc/network/interfaces".


Cukup ketikkan perintah dengan format "ifconfig [kode_interface] [ipaddress]/[prefix] up".
Contoh : Misalnya saya ingin memberikan IP Address 192.168.153.2 pada interface ens33, maka saya cukup dengan mengetikkan "ifconfig ens33 192.168.153.2/24 up". Untuk mengeksekusinya silahkan tekan enter, pastikan tidak ada pesan kesalahan yang ditampilkan.


Tahapan terakhir ini adalah melakukan pengecekkan. Karena kita membuat konfigurasi IP Address temporary maka kita tidak perlu melakukan restart neworkingnya. Untuk melakukan pengecekan gunakan perintah "ip addr" dan tekan enter untuk melanjutkan. Jika konfigurasi yang anda masukkan sesuai dengan yang diinformasikan maka konfigurasi anda dikatakan berhasil.


2. Konfigurasi IP Address Permanen

Konfigurasi IP Address Permanen adalah Konfigurasi IP Address yang bersifat permanen (tetap). Artinya, konfigurasi IP Address tersebut akan tetap tersimpan dalam komputer yang kita pakai walaupun komputer tersebut sudah direstart/direboot maupun dishutdown/dimatikan, sesuai dengan namanya.


Secara umum konfigurasi IP Address Permanen ini dikelompokan menjadi dua, yaitu konfigurasi IP Address Dynamic (berubah-ubah sesuai dengan kondisi jaringan) dan konfigurasi IP Address Static (tidak berubah selama belum diubah secara manual).


2.1. Konfigurasi IP Address Dynamic

Untuk melakukan konfigurasi IP address dynamic memerlukan adanya layanan DHCP Server dalam jaringan tersebut, karena sesungguhnya IP address dynamic ini merupakan konfigurasi dari DHCP Client. DHCP Client bisa mendapatkan IP otomatis dari layanan DHCP Server Jika IP yang belum terpakai masih tersedia dalam Server DHCP.

Kemudian timbul pertanyaan, _"terus bagaimana jika dalam jaringan tersebut tidak tersedia layanan DHCP Server? terus dapat IPnya dari mana?"_

Oke, ada pertanyaan bagus neh!. Oke saya jelasin yah! Dalam dunia industri itu dikenal adanya standard, entah itu industri apapun termasuk dalam jaringan. "Standard" dalam bahasa Indonesia berarti "standar" atau "baku". Ini merujuk pada sesuatu yang ditetapkan sebagai model, contoh, atau titik acuan, baik oleh otoritas, kebiasaan, atau persetujuan umum. Standar dapat digunakan untuk mengukur kuantitas, berat, tingkat, nilai, atau kualitas. Di bidang teknologi, standar seringkali digunakan untuk memastikan interoperabilitas dan kompatibilitas perangkat atau sistem.

Jadi jika tidak ada layanan DHCP Server dalam jaringan tersebut, maka PC/Laptop/Device tersebut akan mendapatkan IP dari APIPA (Automatic Private IP Addressing). APIPA adalah salah satu fitur/layanan yang disediakan oleh sistem operasi Microsoft Windows yang secara otomatis akan memberikan alamat IP pada range IP 169.254.0.0 sampai 169.254.255.255 ketika server DHCP tidak tersedia dalam jaringan tersebut.


Oke, langsung saja, untuk melakukan konfigurasi dalan linux, bisa menggunakan beberapa teks editor yang biasa digunakan (familiar) di linux seperti : nano, pico, vi, vim, dst. Pada sistem operasi linux debian, paket teks editor nano sudah terpasang secara default. Sehingga kita tidak perlu lagi untuk memasangnya (menginstalnya).


Cara Konfigurasi IP Address Dynamic
Buka atau edit file "/etc/network/interfaces" menggunakan teks editor kesukaan kalian, bisa nano atau teks editor yang lain sesuai dengan selera Anda.
Contoh : nano /etc/network/interfaces kemudian tekan tombol enter. Selanjutnya akan ditampilkan konfigurasi network default dari debian, yang isinya kurang lebih seperti berikut :

Jika hasil yang ditampilkan masih kosong, pastikan perintah nano /etc/network/interfaces tidak ada yang typo (salah ketik). Tapi seandainya sudah diketik dengan benar tapi hasil tampilannya masih kosong, berarti konfigurasi defaultnya tidak terpasang. Jadi harus diketik (ditambahkan) secara manual.


Secara default konfigurasi IP address itu menggunakan IP dynamic (DHCP), jika saat installasi terhubung ke jaringan seperti contoh di atas. Selanjutnya ubah "allow-hotplug" menjadi "auto" agar ketika network interface direstart tidak bermasalah. Karena perintah "allow-hotplug" akan dibaca saat pertama kali booting. Jika setelah booting ada perubahan konfigurasi, maka konfigurasi default yang akan terbaca. Berikut adalah tampilan setelah dilakukan perubahan:



Selanjutnya tinggal restart network interface-nya saja (tidak perlu merebootnya) dengan menggunakan perintah:
/etc/init.d/networking restart atau
service networking restart
Selesai sudah konfigurasinya, tinggal cek hasilnya menggunakan perintah: ip address kemudian dienter saja.


2.2. Konfigurasi IP Address Static

Untuk melakukan konfigurasi IP address static ini, hampir sama dengan konfigurasi dynamic, yaitu dengan membuka atau mengedit file "/etc/network/interfaces" menggunakan teks editor seperti cara di atas. Setelah terbuka tinggal merubah dhcp menjadi static dan menambahkan (address, netmask dan gateway) secara manual seperti gambar berikut:


Selanjutnya sama tinggal restart network interface-nya saja (tidak perlu merebootnya) dengan menggunakan perintah:
/etc/init.d/networking restart atau
service networking restart
Selesai sudah konfigurasinya, tinggal cek hasilnya menggunakan perintah: ip address kemudian dienter saja.



Kesimpulan

Hampir semua perintah konfigurasi IP Address Permanen itu sama perintahnya, tinggal mengedit beberapa bagian saja. Sedangkan pada konfigurasi IP Address Temporer (Sementara) akan hilang konfigurasinya (diganti dengan default konfigurasi) pada saat direstart/direboot network interfacenya.


Perlu diketahui bahwa pada baris perintah interface loopback tidak boleh dirubah/dihapus. Karena akan berpengaruh terhadap beberapa service/layanan dasar pada sistem operasi linux.


Semoga bermanfaat.



Tonton juga video youtube channel kami:

Jangan lupa Like, Share, Subscribe dan aktifkan tombol lonceng-nya, terima kasih.....



26 September 2022

Perintah Dasar Linux #2

September 26, 2022 0
Perintah Dasar Linux #2

Pada artikel kali ini saya akan mencoba menjabarkan beberapa perintah dasar linux yang paling sering digunakan dan diketahui sebelum menggunakan console linux. Sebelum itu, marilah kita coba mencari tahu terlebih dahulu tentang Linux.

Daftar isi

1. Apt-get
2. Aptitude
3. Apt
4. Dpkg
5. Kesimpulan

Apt-get

1.01. apt-get update:Perbarui daftar paket
1.02. apt-get check:Periksa pembaruan daftar
1.03. apt-get install package_name:Instal paket
1.04. apt-get --reinstall package_name:Instal ulang paket
1.05. apt-get upgrade:Memperbarui daftar paket
1.06. apt-get full-upgrade:Memutakhirkan paket secara menyeluruh
1.07. apt-get upgrade package_name:Perbarui paket
1.08. apt-get dselect-upgrade:Perbarui paket menggunakan dselect
1.09. apt-get remove:Menghapus paket
1.10. apt-get autoremove:Membersihkan paket secara menyeluruh
1.11. apt-get purge:Menghapus paket beserta file konfigurasi dan data yang terkait
1.12. apt-cache show package_name:Menampilkan paket
1.13. apt-cache search package_name:Mencari paket
1.14. apt-cache depends package_name:Daftar dependensi paket
1.15. apt-cache pkgnames --generate:Daftar paket yang diinstal
1.16. apt-show-versions:Melihat versi paket
1.17. apt-cache unmet package_name:Validasi dependensi paket yang rusak
1.18. apt-get build-dep package_name:Konfigurasikan dependensi paket
1.19. apt-get source package_name:Unduh paket
1.20. apt-get install -f:Perbaiki masalah paket pasca-instal
1.21. apt-get comando -y:Eksekusi paksa perintah perintah
1.22. apt-get clean:Hapus unduhan paket
1.23. apt-get autoclean:Hapus paket usang dan tidak terpakai
Note: Untuk informasi lebih lanjut tentang perintah ini jalankan perintah: man apt-get

Aptitude

1.01. aptitude update:Perbarui daftar paket
1.02. aptitude install package_name:Instal paket
1.03. aptitude reinstall package_name:Instal ulang paket
1.04. aptitude upgrade:Memperbarui daftar paket
1.05. aptitude safe-upgrade:Memutakhirkan paket yang dapat ditingkatkan saja
1.06. aptitude full-upgrade:Memutakhirkan paket secara menyeluruh
1.07. aptitude upgrade package_name:Perbarui paket
1.08. aptitude remove:Hapus paket
1.09. aptitude purge:Menghapus paket beserta file konfigurasi dan data yang terkait
1.10. aptitude search package_name:Mencari paket
1.11. apt search [*] | grep "^i":Daftar paket yang diinstal
1.12. apt search [*] | grep "^B":Daftar paket yang rusak
1.13. aptitude build-dep package_name:Konfigurasikan dependensi paket
1.14. aptitude download package_name:Unduh paket
1.15. aptitude install -f:Perbaiki masalah paket pasca-instal
1.16. aptitude comando -y:Eksekusi paksa perintah perintah
1.17. aptitude clean:Hapus unduhan paket
1.18. aptitude autoclean:Hapus paket usang dan tidak terpakai
1.19. aptitude (un)hold, Keep:Tandai paket untuk ditahan
1.20. aptitude (un)markauto:Tandai diinstal secara otomatis atau diinstal secara manual
1.21. why, why-not:Alasan paket harus atau tidak diinstal pada sistem
1.22. aptitude show package_name:Menampilkan daftar paket
Note: Untuk informasi lebih lanjut tentang perintah ini, jalankan perintah: man aptitude
  • aptitude show "?installed ?section(fonts)" | grep '(Package|State|Version)'
    digunakan untuk membuat daftar paket font terinstal
  • aptitude show "?not(?installed) ?section(fonts)" | grep '(Package|State|Version)'
    digunakan untuk membuat daftar paket font tidak terinstal
  • aptitude show show "?section(fonts)" | grep '(Package|State|Version)'
    digunakan untuk membuat daftar semua paket font

Apt

1.01. apt update:Perbarui daftar paket
1.02. apt install package_name:Instal paket
1.03. apt install --reinstall package_name:Instal ulang paket
1.04. apt upgrade:Memperbarui daftar paket
1.05. apt full-upgrade:Memutakhirkan paket secara menyeluruh
1.06. apt upgrade package_name:Memperbarui paket sesuai nama_paket
1.07. apt remove:Menghapus paket
1.08. apt autoremove:Membersihkan paket secara menyeluruh
1.09. apt purge:Menghapus paket beserta file konfigurasi dan data yang terkait
1.10. apt show package_name:Melihat daftar paket
1.11. apt search package_name:Mencari paket
1.12. apt list --installed:Daftar paket yang diinstal
1.13. apt list --upgradeable:Daftar paket yang dapat diperbarui
1.14. apt install -f:Memperbaiki masalah paket pasca-instalasi
1.15. apt comando -y:Eksekusi paksa perintah
1.16. apt clean:Hapus unduhan paket
1.17. apt autoclean:Hapus paket usang dan tidak terpakai
1.18. apt edit-sources:Mengedit file repository
Note: Untuk informasi lebih lanjut tentang perintah ini jalankan perintah: man apt

DPKG

1.01. dpkg -i package_name:Instal paket
1.02. dpkg -r package_name:Hapus paket
1.03. dpkg --force -r package_name:Hapus paket usang dan tidak terpakai
1.04. dpkg --purge -r package_name:Hapus paket
1.05. dpkg -P package_name:paket pembersihan
1.06. dpkg --unpack package_name:Mengurai paket:
1.07. dpkg -c package_name:Hapus paket usang dan tidak terpakai
1.08. dpkg --info package_name:Hapus paket usang dan tidak terpakai
1.09. dpkg -L package_name:Hapus paket usang dan tidak terpakai
1.10. dpkg -S file_name:Temukan file paket yang diinstal
1.11. dpkg --configure package_name:Konfigurasi paket
1.12. dpkg --configure --pending :Hapus paket usang dan tidak terpakai
1.13. dpkg --configure -a:Hapus paket usang dan tidak terpakai
1.14. dpkg -l search_pattern:Melihat daftar paket
1.15. dpkg --get-selections package_name:Hapus paket usang dan tidak terpakai
1.16. dpkg --get-selections | grep -v install > current-package-list.txt



Kesimpulan

Hampir semua perintah dasar Linux itu sederhana dan bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan eksekusi. Tidak perlu menghafalkan satu persatu, Anda bisa menggunakan perintah “man <perintah>“ untuk melihat manual dari setiap perintah. Jika tidak hafal dengan penulisannya Anda bisa menekan tombol “Tab“ pada keyboard untuk menggunakan fitur auto-complete di terminal.


Kumpulan perintah-perintah dasar linux ini akan terus diperbarui lagi dengan perintah-perintah dasar linux lainnya. Jika ada kesalahan mohon dikoreksi dengan menulisnya di kolom komentar. Jangan lupa juga jika ada yang kurang paham atau ingin didiskusikan, silahkan jangan sungkan-sungkan untuk menuliskannya dikolom komentar agar bisa didiskusikan bersama. Terima kasih


Semoga bermanfaat.



10 Agustus 2022

Perintah Dasar Linux #1

Agustus 10, 2022 0
Perintah Dasar Linux #1

Pada artikel kali ini saya akan mencoba menjabarkan beberapa perintah dasar linux yang paling sering digunakan dan diketahui sebelum menggunakan console linux. Sebelum itu, marilah kita coba mencari tahu terlebih dahulu tentang Linux.

Daftar isi

1. Siapa yang tidak kenal dengan linux?
2. Tidak Semua Perintah Dasar Linux Sama
3. List Perintah Dasar Linux Yang Wajib Kalian Ketahui
3.1. man <perintah> untuk meilhat panduan lengkap
3.2. <perintah> –help untuk panduan ringkas
3.3. sudo <perintah> untuk beralih ke mode super user
3.4. ls <perintah> untuk meilhat isi direktori/folder
3.5. cd <perintah> untuk berpindah/masuk ke direktori/folder
3.6. mkdir <nama_direktori> untuk membuat direktori/folder
3.7. pwd <perintah> untuk melihat direktori aktif
3.8. vim <perintah> untuk membuka text editor
3.9. cp <asal> <tujuan> untuk menyalin file/direktori
3.10. mv <asal> <tujuan> untuk memindah file/direktori
3.11. rm <file> untuk menghapus file/direktori
3.12. find <nama file> untuk mencari file
3.13. history <perintah> untuk meilhat riwayat/perintah yang sudah pernah digunakan
3.14. cat <perintah> untuk meilhat isi file
3.15. echo <perintah> untuk menampilkan/menambah baris teks pada sebuah file
3.16. grep <perintah> untuk mencari kata
3.17. wc <perintah> untuk menampilkan baris baru
3.18. sort <perintah> untuk mengurutkan file/folder
3.19. chmod <perintah> untuk merubah hak akses suatu file/folder
3.20. chown <perintah> untuk mengganti kepemilikan suatu file/folder
3.21. su <perintah> untuk berpindah/mengganti user ID
3.22. passwd <perintah> untuk mengganti password users
3.23. whoami <perintah> untuk menampilkan nama user yang sedang aktif
3.24. ps <perintah> untuk menampilkan snapshot
3.25. kill <perintah> untuk menghentikan proses/program
3.26. tar <perintah> untuk mengkompres/mengekstrak file/folder
3.27. zip <perintah> untuk mengkompres/mengekstrak file/folder
3.28. unzip <perintah> untuk mengkompres/mengekstrak file/folder
3.29. ssh <perintah> untuk mengontrol/mengakses host dari jarak jauh
3.30. scp <perintah> untuk menyalin file dari host lain dalam jaringan
3.31. fdisk <perintah> untuk menampilkan partisi dari sistem operasi
3.32. mount <perintah> untuk melampirkan file
3.33. unmount <perintah> untuk melakukan unmount (memutus lampiran) file
3.34. du <perintah> untuk menampilkan ukuran file
3.35. df <perintah> untuk menampilkan disk space
3.36. quota <perintah> untuk menampilkan sisa disk space
3.37. reboot <perintah> untuk menyalakan ulang sistem operasi
3.38. poweroff <perintah> untuk mematikan sistem operasi
3.39. gedit <perintah> untuk membuka editor teks gedit
3.40. kate <perintah> untuk membuka editor teks kate
3.41. bg <perintah> untuk membuat proses background
3.42. fg <id_program> untuk membuat proses foreground
3.43. jobs <id_program> untuk menampilkan identitas proses
3.44. sed <perintah> untuk melakukan filterisasi teks
3.45. awk <perintah> untuk memindahkan teks
3.46. locate <perintah> untuk mencari files/td>
3.47. ifconfig <perintah> untuk melihat device network dan IP address
3.48. date <perintah> untuk menampilkan tanggal dan waktu saat ini
3.49. nano <perintah> untuk membuka editor teks nano
3.50. top <perintah> untuk melihat proses secara urut
3.51. clear untuk membersihkan layar/jendela terminal
3.52. dpkg -i <perintah> untuk menginstal paket/aplikasi
3.53. uname <perintah> untuk melihat versi kernel dari sistem operasi
3.54. * untuk mencantumkan deskripsi
4. Kesimpulan

Siapa yang tidak kenal dengan linux?

Linux saat ini sudah menjadi idola tersendiri bagi kalangan penggiat di bidang teknologi informasi. Para pengembang aplikasi, maupun orang-orang yang berkecimpung di bidang teknologi informasi mulai belajar dan berpindah menggunakan sistem operasi Linux. Tidak terkecuali penggiat baru yang ingin memasuki dunia teknologi informasi. Pengguna baru ini juga banyak yang tertarik menggunakan Linux sebagai sistem operasi sehari-hari. Apakah Anda salah satunya?


Linux tidak memerlukan biaya untuk menggunakannya alias gratis-tis karena bersifat open source. Sistem operasi ini juga membutuhkan sumber daya yang cukup kecil dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Windows/MAC.


Sebelum Anda melangkah/memulai lebih jauh lagi dengan sistem operasi Linux, Alangkah baiknya bila kita mencoba untuk mengenal dan mempelajari beberapa perintah dasar Linux yang wajib diketahui terlebih dahulu sebelum Anda menggunakannya. Kumpulan perintah dasar Linux ini akan memudahkan Anda dalam mengoperasikan sistem operasi Linux berbasis teks seperti : memindahkan folder, melihat isi folder, menghapus file, mengganti nama, dan lain sebagainya.


Tidak Semua Perintah Dasar Linux Sama

Linux sendiri ada beberapa macam turunan atau varian yang mempunyai perintah dasar yang sedikit berbeda. Sebagai contoh : untuk menangani masalah package manager Ubuntu menggunakan perintah “apt“, Fedora menggunakan “yum“, sedangkan Arch menggunakan “pacman“, dll.


Secara umum semua perintah tersebut kegunaannya hampir sama, yaitu untuk mengelola paket yang ada di Linux. Jadi sebagai catatan, pada kesempatan ini saya akan mencoba menjelaskan secara umum mengenai perintah dasar linux yang fungsinya hampir bisa berjalan di semua varian Linux seperti ubuntu, debian dan lain sebagainya.


List Perintah Dasar Linux Yang Wajib Kalian ketahui

  1. man <perintah>

    Perintah ini fungsi untuk melihat panduan lengkap dari sebuah perintah (buku manual dari sebuah program).
    Contoh : man apt akan menampilkan manual dari program apt.

  2. <perintah> –help

    Perintah ini hampir sama kegunaannya dengan perintah man, akan tetapi hasil yang ditampilkan lebih ringkas dari pada menggunakan perintahman.
    Contoh : apt -help akan menampilkan manual dari program apt.

  3. sudo <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk menjalankan program setara dengan user root atau lebih dikenal dengan istilah super user.
    Contoh : Jika ingin memasang paket apache2 tapi tidak memiliki akses root, maka bisa menggunakan perintah sudo apt-get install apache2.

  4. ls <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk melihat daftar file dalam direktori/folder yang diinginkan
    Contoh : ls /var/lib perintah tersebut digunakan untuk melihat isi/file apa saja yang ada pada direktori/folder lib.

  5. cd <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk masuk ke direktori yang diinginkan.
    Contoh : cd /home/ perintah tersebut digunakan untuk berpindah ke direktori/folder home.

  6. mkdir <nama_direktori/folder>

    Perintah ini digunakan untuk membuat direktori/folder pada direktori/folder yang diinginkan.
    Contoh : mkdir /var/www/web/ perintah tersebut digunakan untuk membuat direktori/folder web yang ada di direktori /var/www.

  7. pwd

    Perintah ini digunakan untuk melihat direktori kerja yang sedang aktif. Contoh : pwd hasilnya “/home”.

  8. vim <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk membuka text editor Vim yang bisa digunakan untuk membuat/mengedit teks.
    Contoh : vim /var/www/web/index.html perintah tersebut digunakan untuk mengedit file index.html di direktori/folder web jika sudah ada. Tapi jika belum ada, maka perintah tersebut akan membuat file index.html jika disimpan.

  9. cp <asal> <tujuan>

    Perintah ini digunakan untuk menyalin file/folder baik dari maupun ke direktori/folder yang bersangkutan.
    Contoh : cp /home/test.php /var/www/html akan menyalin file test.php yang ada di direktori /home ke direktori html. Sedangkan jika ingin menyalin folder maka harus menambahkan opsi “-r“ setelah perintah cp.

  10. mv <asal> <tujuan>

    Perintah ini digunakan untuk memindahkanfile/folder folder baik dari maupun ke direktori/folder yang bersangkutan.
    Contoh : mv /home/test.php /var/www/html digunakan untuk memindahkan file test.php di direktori /home ke direktori html yang ada di direktori /var/www/.

  11. rm <nama_file/direktori>

    Perintah ini digunakan untuk menghapus file/direktori yang diinginkan.
    Contoh : rm /home/test.php digunakan untuk menghapus file test.php yang ada di direktori /home.

  12. find <nama file>

    Perintah ini digunakan untuk mencari file dalam direktori aktif (saat ini).
    Contoh : find -name web.txt digunakan untuk mencari web.txt yang ada di direktori aktif beserta sub direktorinya.

  13. history

    Perintah ini digunakan untuk melihat riwayat perintah yang sudah pernah digunakan sebelumnya.
    Contoh : history akan menampilkan semua history perintah yang digunakan. Jika ingin menampilkan perintah tertentu yang mengandung potongan kata tertentu tambahkan perintah grep dibelakangnya history | grep apt untuk menampilkan perintah yang sudah pernah digunakan dan mengandung potongan kata apt.

  14. cat <nama file>

    Perintah ini digunakan untuk melihat/menggabungkan isi dari sebuah file atau beberapa file menjadi satu.
    Contoh : cat teks1.txt teks2.txt akan menggabungkan file teks1.txt dan teks2.txt menjadi teks1.txt.

  15. echo <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk menampilkan satu baris teksatau menuliskan sebuah teks ke dalam sebuah file.
    Contoh : echo “Teks” >> web.txt Perintah tersebut akan menuliskan “Teks” ke dalam file “web.txt". Jika file tersebut (web.txt) belum ada, maka akan dibuatkan secara otomatis.

  16. grep <nama file>

    Perintah ini digunakan untuk menampilkan baris yang mengandung kata yang sama (sesuai dengan pattern).
    Contoh : grep -i source web.txt maka akan memunculkan baris yang mengandung kata “source" pada file “web.txt“.

  17. wc <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk menampilkan baris baru, kata, dan bite pada sebuah file.
    Contoh : wc source web.txt maka akan memunculkan baris, kata dan bit yang mengandung “source" pada file “web.txt“.

  18. sort <nama file>

    Perintah ini digunakan untuk mengurutkan hasil dari pembacaan isi file.
    Contoh : sort /var/www/web/.

  19. chmod <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk mengganti hak akses pada sebuah file.
    Contoh : chmod 644 web.txt untuk mengubah hak akses web.txt menjadi 644.

  20. chown <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk mengganti pemilik dan group dari sebuah file.
    Contoh : Jika ingin mengubah kepemilikan web.txt agar dapat diakses oleh “admin”, maka bisa menggunakan perintah chown admin:admin web.txt Kata “admin“ di depan merujuk pada nama_user sedangkan kata “admin“ di belakang merujuk pada nama group yang bisa mengakses file web.txt.

  21. su <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk mengganti user ID.
    Contoh : su <nama_user> untuk menjadikan nama_user tersebut menjadi superuser.

  22. passwd nama_user

    Perintah ini digunakan untuk mengganti password dari nama_user tertentu sesuai dengan nama_user yang digunakan.
    Contoh : passwd agus perintah akan mengganti password dari user agus pada saat itu.

  23. whoami

    Perintah dasar linux ini digunakan untuk menampilkan nama user yang sedang aktif.
    Contoh : Whoami akan menampilkan nama user yang sedang aktif saat itu.

  24. ps

    Perintah ini digunakan untuk menampilkan snapshot process yang sedang berjalan.
    Contoh : ps akan menampilkan snapshot process yang sedang berjalan.

  25. kill <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk menghentikan program yang sedang berjalan dengan menggunakan signal. Biasanya perintah ini ditambahkan opsi “-l -9“ pada saat mengeksekusi.
    Contoh : kill -l -9 373 angka -l mengacu list/tabel -9 mengacu ke nomor signal 373 adalah PID dari proses yang sedang berjalan dan akan dimatikan.

  26. tar <nama_file/dirktori>

    Perintah ini digunakan untuk mengeksekusi paket tar yang merupakan program pengarsipan dengan ekstensi “nama_file.tar“. Perintah ini juga bisa menggunakan beberapa opsi, diantaranya “c“ untuk membuat arsip, “v” untuk operasi verbose, sedangkan “f“ untuk menentukan nama file.
    Contoh : joomla.tar mengekstrak file jommla

  27. zip <nama_file/dirktori>

    Perintah ini digunakan untuk mengkompresi file menjadi “nama_file.zip”, penggunaannya hampir sama dengan tar.
    Contoh : zip web.zip mengompres file joomla.zip

  28. unzip <nama_file>

    Perintah ini digunakan untuk mengekstrak/membongkar file yang berektensi “.zip“.
    Contoh : unzip joomla.zip membongkar/mengekstrak file joomla.zip

  29. ssh <nama_user>@<IP_address>

    Perintah ini digunakan untuk mengakses komputer/server dari jarak jauh.
    Contoh : ssh <agus>@<192.168.0.1> mengakses perangkat dengan ip address 192.168.0.1 menggunakan user agus.

  30. scp <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk menyalin file dari host lain yang terhubung dalam satu jaringan.
    Contoh : scp <file> <user>@<ip>:<folder tujuan> mengkopi file dari host lain.

  31. fdisk

    Perintah ini digunakan untuk menampilkan list partisi pada perangkat, biasanya menggunakan opsi “-l“.
    Contoh : fdisk -l.

  32. mount <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk melampirkan sebuah file_system ke dalam satu folder besar. Sehingga tidak perlu melakukan akses langsung ke file_system tersebut.
    Contoh : mount /dev/sda2 /mnt Perintah ini akan membuat isi partisi /dev/sda2 bisa diakses melalui /mnt.

  33. umount <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk meng-unlock perintah mount.
    Contoh : umount /mnt digunakan untuk memutuskan perintah mount pada folder /mnt.

  34. du <nama_file>

    Perintah ini digunakan untuk menampilkan ukuran file secara rekursif.

  35. df

    Perintah ini digunakan untuk menampilkan penggunaan ruang disk pada file_system.
    Contoh : df menampilkan hasil ruang disk.

  36. quota

    Perintah ini digunakan untuk menampilkan ruang disk dan batasannya.
    Contoh : quota menampilkan ruang disk dan batasannya.

  37. reboot

    Perintah ini digunakan untuk menjalankan ulang sistem operasinya (menjalankan perintah restart).
    Contoh : reboot menjalankan ulang sistem operasi.

  38. poweroff

    Perintah ini digunakan untuk mematikan sistem operasi (menjalankan perintah shutdown).
    Contoh : poweroff mematikan sistem operasi.

  39. gedit <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk membuka editor gedit yang bisa digunakan untuk mengedit teks/file.
    Contoh : gedit index.html mengedit file index.html

  40. kate <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk membuka file editor pada sistem KDE dan fungsinya hampir sama seperti Gedit.
    Contoh : kate index.html mengedit file index.html

  41. bg

    Perintah ini digunakan untuk membuat proses foreground agar berjalan di-background.
    Contoh : bg menjalankan proses dibelakang layar.

  42. fg<id program>

    Perintah ini digunakan untuk membuat background proses menjadi foreground proses.
    Contoh : fg 356menjalankan aplikasi ke foreground.

  43. jobs<id program>

    Perintah ini digunakan untuk menampilkan nama dan ID dari background jobs.
    Contoh : jobs 356 menampilkan nama dan ID dari background jobs

  44. sed <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk memfilter teks pada sebuah file dan menggantinya dengan teks yang baru.
    Contoh : sed -i 's/foo/linux/g' file.txt untuk memfilter teks foo menjadi linux.

  45. awk

    Perintah ini digunakan untuk memindah teks dan memproses bahasa.
    Contoh : awk memindah teks dan memproses bahasa.

  46. locate <kata/file>

    Perintah ini digunakan untuk menemukan atau mencari file.
    Contoh : locate index.html mencari file index.html pada direktori yang aktif.

  47. ifconfig

    Perintah ini digunakan untuk melihat IP yang terkoneksi dan network device apa saja yang tersedia.
    Contoh : ifconfig menampilkan informasi device dan IP address yang terpasang.

  48. date

    Perintah ini digunakan untuk menampilkan tanggal hari ini.
    Contoh : date menampilkan tanggal hari ini.

  49. nano <perintah>

    Perintah ini digunakan untuk membuka text editor yang tidak perlu membuka jendela baru. Hampir sama dengan Vi namun lebih praktis.
    Contoh : nano index.html mengedit file index.html

  50. top

    Perintah ini digunakan untuk melihat semua proses yang sedang berjalan, diurutkan dari proses yang paling besar. Fungsinya hampir sama seperti system_monitor.
    Contoh : top menampilkan semua informasi proses yang berjalan.

  51. clear

    Perintah ini digunakan untuk membersihkan layar/jendela terminal. Jadi isi jendela terminal akan kosong, namun jika di scroll keatas maka perintah yang sebelumnya dijalankan masih bisa terlihat.
    Contoh : clearmembersihkan layar/jendela terminal.

  52. dpkg -i <namapackage>.deb

    Perintah ini digunakan untuk melakukan instalasi paket dengan ekstensi “.deb“.
    Contoh : dpkg -i apache2.deb melakukan installasi paket apache

  53. uname

    Perintah ini digunakan untuk menampilkan versi kernel yang dipakai, tanggal instalasi, dan jenis arsitektur dari sistem operasi yang terpasang.
    Contoh : uname menampilkan versi kernel yang dipakai.

  54. *

    Perintah ini merupakan sebuah tanda yang digunakan untuk mendeskripsikan satu string yang digunakan untuk memberikan deskripsi singkat dari satu elemen.
    Contoh : ls /var/www/*.* menampilkan semua file yang ada di direktori www.


Kesimpulan

Hampir semua perintah dasar Linux itu sederhana dan bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan eksekusi. Tidak perlu menghafalkan satu persatu, Anda bisa menggunakan perintah “man <perintah>“ untuk melihat manual dari setiap perintah. Jika tidak hafal dengan penulisannya Anda bisa menekan tombol “Tab“ pada keyboard untuk menggunakan fitur auto-complete di terminal.


Kumpulan perintah-perintah dasar linux ini akan terus diperbarui lagi dengan perintah-perintah dasar linux lainnya. Jika ada kesalahan mohon dikoreksi dengan menulisnya di kolom komentar. Jangan lupa juga jika ada yang kurang paham atau ingin didiskusikan, silahkan jangan sungkan-sungkan untuk menuliskannya dikolom komentar agar bisa didiskusikan bersama. Terima kasih


Semoga bermanfaat.



20 Juli 2022

Cara Install Linux Debian

Juli 20, 2022 0

Instalasi Debian tersedia dalam dua mode yaitu mode GUI dan mode teks. Mode GUI sudah tersedia sejak rilis Debian GNU/linux etch. Untuk melakukan instalasi sistem operasi server, penulis menyarankan untuk melakukan instalasi Debian GNU/Linux dengan mode teks, karena akan lebih ringan dan tidak memakan banyak sapace memori.

Sebelumnya kita lakukan booting terlebih dahulu dari media instalasi Debian Jessie, siapkan CD/DVD/Flash Disk yang sudah ada Sistem Operasi Debian GNU/Linux. Selanjutnya ikuti tahapan berikut.

1.        Memilih Mode Instalasi

Memilih mode instalasi sistem operasi Linux Debian Jessie, yaitu Metode GUI atau Mode Teks. Pada buku ini penulis memilih untuk melakukan instalasi mode teks dengan memilih opsi Install.


2.        Memilih Bahasa

Memilih bahasa yang ingin digunakan saat melakukan proses Instalasi Debian Jessie merupakan salah satu pilihan yang krusial, karena akan dipakai selama kita menggunakan sistem operasi tersebut. Pada panduan ini penulis menggunakan bahasa default dari instalasi yaitu English.


3.        Memilih Negara Tempat Kita Tinggal

Selanjutnya kita harus melakukan pemilihan Negara yang kita tempati. Saat melakukan Instalasi Debian Jessie, penulis menggunakan wilayah/negara Indonesia, tapi karena dalam list belum ada maka kita pilih other terlebih dahulu.

Kemudian kita pilih Asia

Selanjutnya baru pilih Indonesia

Selanjutnya kita biarkan saja sesuai defaultnya United States


4.        Memilih Keyboard 

Selanjutkan kita harus memilih Layout Keyboard yang akan digunakan. Pada modul ini kita menggunakan Layout Keyboard default dari instalasinya yaitu American English.

Setelah itu, sistem akan memuat beberapa komponen tambahan. Proses ini membutuhkan waktu yang cukup singkat.


5.        Konfigurasi Jaringan

Langkah selanjutnya, kita akan dibawa ke dalam konfigurasi jaringan yang sebetulnya bisa kita konfigurasi nanti setelah selesai melakukan proses insatalasi. Jika kalian mendapatkan notifikasi seperti gambar berikut, berarti kita sudah bisa mendapatkan ip address dari server dhcp, tetapi belum mendapatkan konfigurasi ip gateway dari server dhcp, hal ini terjadi karena server dhcp belum dikonfigurasi dengan baik. Selanjutnya kita pilih tombol Yes  untuk melanjutkan.

Selanjutnya akan ada notifikasi berikut, kita pilih Do not configure the network at this time. Seperti yang sudah saya utarakan di atas, konfigurasi ini bisa kita perbaiki nanti setelah insatalasi sistem operasinya selesai.

Ketika sistem mengkonfigurasi jaringan secara otomatis tetapi sistem tidak bisa mendapatkan ip address dari server dhcp, maka sistem akan muncul notifikasi sebagai berikut.

Kita lanjut saja dengan memilih Continue kemudian pilih Do not configure the network at this time. Konfigurasi bisa diatur nanti setelah instalasi selesai.


6.        Konfigurasi Hostname

Selanjutnya masukan nama hostname (Nama PC dalam jaringan) yang akan digunakan pada server tersebut. Sebagai contoh di sini mengunakan hostname Server.


7.        Konfigurasi Domain Name

Selanjutnya masukan nama Domain yang akan digunakan dalan server tersebut. Sebagai contoh bisa mengunakan domain name tkj.net atau yang lainnya, atau boleh juga dikosongkan, toh konfigurasi/instalasi paket DNS-nya belum dilakukan.


8.        Memberi password untuk user “root”

Masukan password yang digunakan untuk user root dan pastikan Anda ingat (catat) password yang Anda diketikan, karena password root adalah kata kunci yang paling penting dalam sistem GNU Linux. Untuk memastikan apa yang Anda ketik sudah benar silakan bisa pilih Option Show Password in Clear dengan menekan tombol space.

Password yang baik, minimal memiliki 8 karakter yang unik, yaitu mengandung beberapa huruf kapital (huruf besar), huruf kecil, angka dan simbol. Silahkan ulangi lagi password root yang sudah diketikan sebelumnya untuk meyakinkan apakah password yang Anda ketikan sudah benar.


9.        Membuat User Baru

Selanjutnya kita juga harus membuat user baru (bukan user “root”) dengan memasukan nama lengkap user, nama akun (user) dan password user.

Nama akun (user) yang digunakan tidak boleh menggunakan huruf kapital (sama seperti user root, harus menggunakan huruf kecil)

Ketikan password untuk user baru yang telah dibuat tadi.

Ketikan ulang password yang telah dimasukan tadi untuk memverifikasi (memastikan) tidak ada salah input (ketik).


10.    Pengaturan Waktu.

Selanjutnya kita harus melakukan konfigurasi (pengaturan) zona waktu regional Indonesia yang dikehendaki, karena kita tinggal di Indonesia dengan tiga zona waktu yang berbeda maka kita harus menentukan zona waktu yang sesuai dengan tempat tinggal kita yaitu Western (Sumatra, Jakarta, Jawa, West and Central Kalimantan) sesuai dengan apa yang sudah disampaikan pada langkah ke-3 di atas.


11.    Pembuatan dan Pengaturan Partisi.

Pada tahapan selanjutnya yaitu membuat dan mengaturan partisi, Debian GNU/Linux menyediakan 4 (empat) metode partisi, yaitu :

1.         Guided – use entry disk,

2.         Guided – use entry disk and set up LVM,

3.         Guided – use entry disk and set up encrypted LVM, dan

4.         Manual.

Pada panduan ini penulis akan menggunakan metode Manual dan akan membuat 2 partisi yaitu :

1.         Partisi / (root) dan,

2.         Partisi swap.

Langkah-langkah untuk membuat partisi tersebut adalah sebagai berikut, dari 4 metode partisi yang tersedia pada saat instalasi tersebut, kita pilih metode  Manual.

Selanjutnya, tentukan Hardisk mana yang akan dipakai untuk lokasi Instalasi Debian Jessie. Pada panduan ini hanya terdapat/terdeteksi satu hardisk saja yaitu SCSI3 (0,0,0) (sda) – 21.5 GB Vmware, Vmware Virtual S.

Selanjutnya, pilih Yes untuk membuat partisi baru pada hardisk yang terdeteksi (tersedia) pada perangkat server tersebut.

Selanjutnya akan ditampilkan alokasi dari Hard Disk yang masih kosong (belum ada partisinya). Alokasi Hard Disk yang tersedia yaitu Pri/log 21.5  GB FREE SPACE

 Selanjutnya, buat partisi baru dengan memilih Create a new partition untuk membuat  partisi yang pertama yaitu partisi swap

Tentukan jumlah kapasitas untuk parisi swap. Perlu kita ingat bahwa kapasitas dari partisi /swap adalah 2 x kapasitas RAM yang terpasang pada PC/Server. Jika kita menggunakan Virtual PC, berarti kita menggunakan 2 x kapasitas RAM yang ada pada Virtual PC tersebutLanjutkan dengan mengikuti perintah yang sudah direkomendasi oleh sistem.

Karena kita menggunakan RAM sebesar 512 MB, maka swap area yang kita butuhkan sebesar 2 x 512 MB = 1024 MB (1 GB). Jadi pada bagian New partition size kita hapus dan kita ketikkan ulang secara manual 1024 MB.

 Selanjutnya, tentukan type partisi baru yang akan dibuat, pada opsi ini terdapat dua pilihan yaitu (Primary/Logical). Pada tahap ini kita memilih Primary

 Selanjutnya pada location for the new patition kita pilih Beginning untuk menempatkan patrisi tersebut pada bagian/sektor paling awal pada hardisk tersebut (hardisk yang digunakan).

Tahap selanjutnya yaitu pengaturan partisi. Karena kita menginginkan partisi pertama sebagai swap area, maka pada bagian use as : kita ubah menjadi swap area karena secara default terpilih Ext4 journaling file system seperti gambar berikut :

Kita ganti dengan swap area dengan cara menekan tombol Enter untuk merubah defaut seleksi tersebut, kemudian gunakan tombol panah atas-bawah untuk merubah seleksi ke bagian swap area.

Selanjutnya tekan tombol Enter saja untuk mengakhiri pengaturan partisinya. Sehingga hasil akhirnya akan seperti gambar berikut.

Untuk mengakhiri proses pembuatan parisi pertama (swap), kita pilih Done setting up the partition.

Sehingga akan kembali lagi ke partition disk, selanjutnya tinggal membuat partisi yang ke-dua (root). Gunakan tada panah atas-bawah untuk mengeser seleksi yang ada, pilih patisi kosong (free space sisanya) yaitu Pri/log 20.5  GB FREE SPACE

Selanjutnya kita gunakan semua free space (alokasi/kapasitas hardisk) yang tersisa sebagai direktori root (/). Pada New partition size kita biarkan saja, langsung Continue

Berikutnya pada bagian use as : biarkan sesuai dengan default yang terpilih yaitu Ext4 journaling file system seperti gambar berikut.

Pada tahap selanjutnya Untuk mengakhiri proses pembuatan parisi root (/), pilih Done setting up the partition.

Selanjutnya, sistem akan menampilkan 2 partisi yang sudah kita buat tadi yaitu partisi swap dan / seperti gambar berikut :

Selanjutnya kita pilih Finish partitioning and write changes to disk pada gambar di atas. Kemudian pilih Yes untuk menuliskan partisi ke dalam hardisk secara permanen.

Selanjtunya pilih No pada pilihan Scan another CD or DVD? Karena nanti kita bisa menambahkan repository secara manual setelah instalasi sistem ini selesai.

Proses selanjutnya pilih opsi No pada pilihan use a network mirror? Karena proses ini akan terhubung ke repository online sehingga akan memakan waktu yang cukup lama.

Kemudian tunggu beberapa saat, sistem akan menambahkan beberapa file ke dalam directory root.

Selanjutnya kita pilih opsi No pada pilihan participate in the package usage survey? Karena kita belum bisa ikut andil dalam proyek pengembangan debian.


12.    Pemilihan Paket Software

Selanjutnya, sistem meminta kita untuk memilih paket software yang akan kita install. Gunakan tombol space dan tombol arrows untuk memilih paket yang akan diinstal.

Pada panduan ini kita hanya memilih paket sistem mimimum yaitu Standard system utilities, untuk kebutuhan aplikasi server yang lain akan kita install nanti setelah proses instalasi sistem Debian Jessie selesai.


13.    Instalasi GRUB

Selanjutnya, pilih opsi Yes untuk memproses instalasi GRUB boot loader pada hardisk yang dikehendaki.

Selanjutnya, tentukan di hard disk mana GRUB boot loader akan dipasang. Pada panduan ini GRUB Boot loader akan diinstall pada /dev/sda

Tunggu beberapa saat hingga proses installing GRUB Boot loader pada hardisk yang kita gunakan selesai. Selanjutnya kita pilih menu Continue untuk mengakhiri proses instalasi Debian Jessie dan secara otomatis sistem akan melakukan reboot.

Tampilan GNU GRUB version 2.02 untuk Debian Jessie. Pilih opsi *Debian GNU/Linux untuk masuk ke sistem Debian Jessie.

 

Demikian tutorial Cara Install Linux Debian kali ini, semoga bermanfaat. Jika ada yang kurang berkenan jangan sungkan-sungkan untuk menuliskannya dikolom komentar agar bisa didiskusikan bersama. Terima kasih.


Tonton juga video youtube channel kami:

Jangan lupa Like, Share, Subscribe dan aktifkan tombol lonceng-nya, terima kasih.....